Selasa, 07 Januari 2014

PERAN MANUSIA DI DALAM LINGKUNGAN

Manusia mempunyai peranan dalam pembentukan dan perusakan ekosistem. Peranan manusia dalam pembentukan ekosistem adalah pembentukan ekosistem buatan seperti danau, waduk, persawahan dan bendungan. Sedangkan peranan manusia dalam perusakan lingkungan, misalnya pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan adalah masuknya bahan organik atau anorganik kedalam lingkungan yang dapat mengganggu atau membahayakan organisme dilingkungan tersebut. Pencemaran lingkungan dapat dibagi menjadi empat, yaitu pencemaran tanah, air, udara dan suara. Berikut akan dibahas masing-masing pencemaran.
A. Pencemaran Air
Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi. Pencemaran air adalah masuknya bahan pencemar kedalam lingkungan air. Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambah jumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air.
Dampak pemcemaran air antara lain:
  • Perubahan warna, bau, dan rasa
  • Perubahan Ph
  • Eutrofikasi
  • Timbulnya endapan Koloid
Peran manusia mengatasi pencemaran air dapat dilakukan antara lain:
  • Mengelola limbah cair industri dan rumah tangga sebelum dibuang ke perairan
  • Tidak membuang sampah keperairan atau selokan
  • Tidak membuang pestisida keperairan

B. Pencemaran Tanah
Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Bahan yang dapat mencemari tanah dapat dibedakan menjadi dua yaitu polutan yang dapat diuraikan secara alami (degadrable) oleh dekomposer, misalnya sisa hewan dan tumbuhan , dan polutan yang tidak mudah atau tidak dapat diuraikan (nonbiodegradable) secara alami, misalnya pestisida, logam, plastik, kaleng dan buangan limbah lainnya.
Polutan  nondegradable dapat menyebabkan kualitas tanah menurun. Turunnya kualitas tanah terjadi karena bahan-bahan tersebut mengganggu kehidupan didalam tanah terutama aktivitas mikroba pengurai (dekomposer). Jika  hal ini terjadi terus menerus, tanah akan kehilangan produktifitasnya (tidak dapat digunakan untuk pertanian). Akibatnya akan menyulitkan manusia untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Peran manusia  mengatasi pencemaran tanah:
  • Memilah sampah yang mudah terurai dan sulit terurai
  • Sampah organik  digunakan untuk kompos
  • sampah anorganik dapat didaur ulang lagi
  • Penyuluhan tentang pengolahan sampah kepada masyarakat
  • Membuang sampah pada tempat yang disediakan
  • Penggunaan pestisida buatan dikurangi dan diganti pestisida alami
  • Mengolah limbah industri sebelum dibuang
C. Pencemaran Udara
Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat.
Pencemar Udara Berbentuk Gas
Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC).
Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat
Partikel yang mencemari udara terdapat dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam paru-paru. Partikel dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau serangga-serangga yang telah mati.
Dampak Pencemaran:
Pembakaran bahan bakar minyak dan batubara pada kendaraan bermotor dan industri menyebabkan naiknya kadar CO2 di udara. Gas ini juga dihasilkan dari kebakaran hutan. gas CO2 ini akan berkumpul di atmosfer Bumi. Jika jumlahnya sangat banyak, gas CO2 ini akan menghalangi pantulan panas dari Bumi ke atmosfer sehingga panas akan diserap dan dipantulkan kembali ke Bumi. Akibatnya, suhu di Bumi menjadi lebih panas. Keadaan ini disebut efek rumah kaca (green house effect). Selain gas CO2, gas lain yang menimbulkan efek rumah kaca adalah CFC yang berasal dari aerosol, juga gas metan yang berasal dari pembusukan kotoran hewan. Efek rumah kaca dapat menyebabkan suhu lingkungan menjadi naik secara global, atau lebih dikenal dengan pemanasan global.
Peran manusaia mengatasi pencemaran udara antara lain:
  • Mengurangi pemakaian bahan bakar fosil
  • Dilakukan usaha untuk mendata dan membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi.
  • Mengurangi penggunaan penggunaan CFC sehingga dapat mencegah rusaknya lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global.
  • Mengadakan reboisasi
  • Mencegah penebangan hutan secara liar
  • Menggunakan bahan bakar alternatif yang ramah   lingkungan.
D. Pencemaran Suara
Sumber pencemaran suara adalah suara bising. Suara bising merupakan bunyi yang tidak diinginkan dari suatu kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat mengganggu manusia dan kenyamanan lingkungan. Suara bising dapat berasal dari suara mesin pabrik, mesin kendaraan dan mesin pesawat. Hilangnya pendengaran manusia dimulai pada tingkat kebisingan 80-90db selama delapan jam, pada tongkat 120db akan membuat telinga sakit dan dapat membunuh manusia pada tingkat 180db.
Peran manusia menanggulangi pencemaran suara:

  • Membuat dinding kedap suara
  • Menanam tananam yang dapat meredam suara sekitar rumah
  • Mesin-mesin yang dapat mengeluarkan suara bising haruslah dilengkapi peredam suara
  • Para pekerja haruslah menggunakan penutup telinga untuk mencegah telinga tuli.

RPP TEMATIK

Rencanan Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)  Tematik


Nama Sekolah     :  .................................
Tema                    :  Lingkungan
Kelas/Semester    :  III / 1
Alokasi Waktu     :  3 minggu

I. STANDAR KOMPETENSI

I.
PKn

1.
Mengamalkan makna Sumpah Pemuda

II.
IPS

1.
Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama di sekitar rumah dan sekolah

III.
Bahasa Indonesia

Mendengarkan

1.
Memahami penjelasan tentang petunjuk dan cerita anak yang dilisankan

Berbicara

2.
Mengungkapkan pikiran, perasaan, pengalaman, dan petunjuk dengan bercerita
dan memberikan tanggapan/ saran

IV.
Matematika

1.
Melakukan operasi hitung bilangan sampai tiga angka

V.
IPA

1.
Memahami ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup serta hal-hal yang mempengaruhi
perubahan pada makhluk hidup

II. KOMPETENSI DASAR

1. PKn             : - Mengamalkan makna satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa
- Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-  
  sehari

2. IPS              : - Menceritakan lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah dan
    sekolah
                                - Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah

3. B. Indonesia            : - Melakukan sesuatu berdasarkan penjelasan yang disampaikan secara
    lisan
  - Mengomentari tokoh-tokoh cerita anak yang disampaikan secara lisan
  - Menceritakan pengalaman yang mengesankan dengan menggunakan
    kalimat yang runtut dan mudah dipahami

4. Matematika : Melakukan operasi hitung bilangan sampai tiga angka

5. IPA             : - Mengidentifikasi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup
- Mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dan hal-
  hal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak

  (makanan, kesehatan, rekreasi, dan olah raga)

Pembelajaran Terpadu


 Pengertian
Istilah Pembelajaran Terpadu berasal dari kata “ integrated teaching and learning” atau “ integrated curriculum approach ”. Konsep ini telah lama dikemukakan oleh John Dewey sebagai usaha untuk mengintegrasikan perkembangan dan pertumbuhan siswa dan kemampuan pengetahuannya ( Beans, 1993).
Pada perspektif bahasa, pembelajaran terpadu sering diartikan sebagai pendekatan tematik ( thematic approach ). Pembelajaran terpadu didefinisikan sebagai proses dan strategi yang mengintegrasikan isi bahasa (membaca, menulis, berbicara dan mendengar) dan mengkaitkannya dengan mata pelajaran lain. Konsep ini mengintegrasikan bahasa (language arts content) sebagai pusat pembelajaran yang dihubungkan dengan berbagai tema atau topik pembelajaran.
Pembelajaran terpadu juga sering disebut pembelajaran koheren ( a coherent curriculum approach ) yang memandang bahwa pembelajaran terpadu merupakan pendekatan untuk mengembangkan program pembelajaran yang menyatukan dan menghubungkan berbagai program pendidikan. Keterhubungan dalam kurikulum bukan hanya antara mata pelajaran dan kebutuhan serta minat dan bakat anak, tetapi juga menghubungkan antara tujuan dan kegiatan, serta kondisi masyarakat pada umumnya.
Definisi lain tentang pembelajaran terpadu adalah pendekatan holistik ( a holitic approach ) yang mengkombinasikan aspek efistemologi, sosial, psikologi dan pendekatan paedagogi untuk pendidikan anak, yaitu menghubungkan antara otak dan otot, antara individu dan individu, antara individu dan komunitas, dan antara domain-domain pengetahuan. (Udin Syaefudin Sa’ud, Ph.D, 2006 ).
Menurut para pakar pendidikan pembelajaran terpadu sangat tepat diterapkan pada sekolah dasar, karena pada jenjang pendidikan dasar siswa memahami dan menghayati pengalamannya masih secara totalitas serta masih sulit menghadapi pemilahan dan pemisahan yang artificial. Keterpaduan dalam pembelajaran ini dapat dilihat dari asfek proses atau waktu, aspek bahan ajar dan asfek kegiatan belajar mengajar.
 Model-Model Pembelajaran Terpadu
Model Pembelajaran Terpadu pada dasarnya merupakan suatu system pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individu maupun secara kolektif, aktif menggali dan menemukan konsep serta prinsif-prinsif keilmuan secara holistic, bermakna dan otentik .
Dilihat dari cara memadukan konsep, keterampilan, topik, dan unit tematiknya, menurut seorang pakar pendidikan yang bernama Robin Fogarty (1991) ada sepuluh cara atau model dalam merencanakan pembelajaran terpadu yaitu : (1) Model Fragmented (2) Model Connected (3) Model Nested (4) Model Sequenced (5) Model Shared (6) Model Webbed (7) Model Threaded (8) Model Integrated (9) Model Immersed dan (10) Model Networked. Secara ringkas kesepuluh model tersebut akan penulis jelaskan.
1.      Model Fragmented adalah model pembelajaran tradisional yang memilah dan memisahkan disiplin ilmu atas beberapa mata pelajaran tanpa memadukan atau mengaitkan satu sama lain.
2.      Model Connected (keterhubungan) dilandasi oleh anggapan bahwa butir-butir pembelajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajarannya secara terpadu.
3.      Model Nested merupakan pemaduan berbagai bentuk penguasaan konsep keterampilan melalui sebuah kegiatan pembelajaran dengan mengembangkan daya imajinasi dan berpikir logis untuk menunjukkan bentuk kemampuan keterampilan tertentu.
4.      Model Sequenced merupakan model pemaduan topik-topik antar mata pelajaran yang berbeda secara paralel dengan cara mengajarkan materi pelajaran yang memiliki kesamaan materi dan keterkaitan antar keduanya.
5.      Model Shared merupakan bentuk pemaduan pembelajaran akibat adanya overlapping konsep atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih sehingga menuntun siswa untuk membuka wawasan dan cara berpikir yang luas dan mendalam melalui pemahaman terhadap konsep secara lintas disiplin ilmu.
6.      Model Webbed (jaring laba-laba) bertolak dari pendekatan tematik sebagi pemadu bahan dan kegiatan pembelajaran yang memiliki keterkaitan materi yang secara metodologis dapat dipadukan dengan memilih dan memilak tema / pokok bahasan yang kemudian tema utama tersebut disebarkan ke dalam berbagai mata pelajaran.
7.      Model Threaded (bergalur) merupakan pendekatan pembelajaran yang ditempuh dengan cara mengembangkan gagasan pokok yang merupakan benang merah (galur) yang berasal dari konsep yang terdapat dalam berbagai disiplin ilmu.
8.      Model Integrated merupakan pemaduan sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda tetapi esensinya sama dalam sebuah topik tertentu sehingga perlu adanya pengintegrasian multi disiplin yang dapat ditinjau dari berbagai disiplin ilmu dalam pemecahan masalah melalui satu tema sentral.
9.      Model Immersed dirancang untuk membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan medan pemakaiannya melalui pengintegrasian semua data dari setiap mata pelajaran dengan mengaitkan ide-ide melalui minatnya.
10.  Model Networked merupakan model pemaduan pembelajaran yang mengendalikan kemungkinan pengubahan konsep, bentuk pemecahan masalah, maupun bentuk keterampilan baru setelah siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi, kondisi dan konteks yang berbeda-beda.
Dari kesepuluh macam model pembelajaran terpadu di atas yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar disesuaikan dengan kemampuan guru di Indonesia mungkin hanya model pembelajaran webbed (jaring laba-laba) dan model connected (keterhubungan).


UU No.11 tahun 2008 tentang ITE